Palu, 2 Maret 2015
Dear, sahabat lamaku…..
Hai, haloo…apa kabarmu sahabatku yang jauh disana. Aku
berharap kesehatan dan kebahagiaan selalu bersamamu. Ga terasa ya waktu yang terus bergulir
ternyata telah membawa kita melalui hari yang terlewatkan. Tentu saja keadaan
tak seperti dulu lagi, pasti ada banyak hal yang berubah pada dirimu. Yang
paling utama adalah postur tubuhmu…hehehe..ternyata kita sudah sama-sama
gendut. Namun ceria dan candamu tak berubah seperti terakhir kita bertemu 17
tahun lalu.
Eh, masih ingat ga, waktu kita bakar ikan dan bikin rujak siang
hari ditepi pantai belakang rumahmu, di Tegalrejo??, ketika aku jalan-jalan kerumahmu
di pamona selatan atau ketika kita menikmati indahnya danau poso yang airnya terasa
dingin hingga kemata kaki??. Waktu itu kotamu masih dalam keadaan aman dan
terkendali. Aku harap semuanya masih terekam indah dalam memori ingatanmu.
Namun semuanya seperti hilang begitu saja , ketika kau pergi meninggalkanku ke
pulau jawa, karena kotamu mulai rusuh. Akupun saat itu sudah disibukkan oleh
kehadiran buah hatiku. Ya, mulai saat itu kita ditenggelamkan oleh kesibukan
masing-masing.
Dua tahun terakhir aku mendapatkan kabar berita darimu, dari
salah seorang teman, yang juga sahabat kita. Yee….senangnya hatiku, mulai saat
itu aku sering telepon-teleponan denganmu saling menanyakan kabar dan keadaan keluarga
dan anak-anak kita. Bercerita panjang lebar, rasa rinduku terobati meski hanya
mendengar suaramu. Sesaat aku mencoba mengingat-ingat kembali peristiwa yang
pernah kita lewati bersama. Bertemu denganmu menyibak sedikit bagian dari masa
laluku. Ah, sudahlah….terlalu pahit jika dikenang.
Siang itu, engkau meneleponku, bahwa sekarang ada dikotaku…aku
sangat senang, tentu saja aku tak melewatkan kesempatan ini untuk bertemu
denganmu. Beberapakali janjian bertemu ternyata pending terus. Maklumlah, tamu
agung…. karena ternyata banyak juga yang menantikan kehadiranmu dikota ini,
keluarga dan teman-teman sekolahmu dulu. Setelah beberapakali saling mengirim
sms, akhirnya kita bertemu juga. Yes, kitapun mengunjungi teman-teman yang pernah
akrab ketika di masa lalu, ternyata engkau masih ceria dan heboh seperti dulu, kita juga sempat menikmati sayur khas kotaku, sayur
kelor.
Sayang sekali…pertemuan kita hanya sebentar, karena engkau harus
kembali kekotamu, disana keluargamu dan tugas juga telah menantimu. Yaa…sedih
juga sih, tapi mau diapa….emang sudah seperti itu. Padahal masih banyak yang
ingin kuceritakan padamu. Tentang sayur kelor yang pernah kumasak dirumahmu, yang
ternyata rasanya pahit…hehehe, maklumlah dulukan masih labil, jadi belum pintar
masak. Tapi sekarang aku juga jago masak lho......
Ok deh, sahabat lamaku…sampai disini dulu suratku, kalau ada
waktu dan kesempatan disambung lagi ya, titip salam untuk keluarga, suami, dan
teman-teman kita dulu. Sampaikan pada mereka bahwa aku disini baik-baik saja. Jika
ada waktu dan kesempatan aku akan datang kekotamu.
![]() |
| bersama sahabat, mama reni dan mama afid sesaat namun berarti |
Wassalam…….
